
Program urban farming di SMAN 2 Tanggul pada Jum’at, 21 November 2025 semakin menunjukkan perkembangan membanggakan sebagai inovasi sekolah dalam menciptakan lingkungan hijau sekaligus memperkuat ketahanan pangan di masa mendatang. Kegiatan ini digagas dan dirawat oleh Bapak Sutondo, S.Pd., S.E., M.M., yang menjadi motor penggerak utama dalam menghadirkan lingkungan sekolah yang produktif, sehat, dan edukatif.
Di area urban farming, berbagai jenis tanaman buah dalam pot (tabulampot) tumbuh subur, mulai dari jambu, jeruk, klengkeng, hingga jenis buah lainnya. Selain itu, SMAN 2 Tanggul juga mengembangkan budidaya tanaman sawi dengan teknik hidroponik, yaitu metode pertanian modern tanpa tanah yang memanfaatkan air bernutrisi. Teknik ini menghasilkan sawi yang lebih bersih, segar, cepat panen, dan ramah lingkungan.
Program ini semakin lengkap dengan adanya budidaya ikan lele, yang menjadikan area pertanian sekolah sebagai sistem pertanian terpadu (integrated farming) yang saling mendukung. Ekosistem ini memberikan pengalaman belajar langsung bagi siswa tentang pertanian berkelanjutan dan pemanfaatan lahan sempit secara maksimal.
Kepala SMAN 2 Tanggul, Bapak Siswo Suryono, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap program ini.
Beliau menyampaikan, “Urban farming ini bukan hanya memperindah sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa. Kami ingin sekolah menjadi tempat yang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik yang bermanfaat bagi masa depan. Upaya Pak Sutondo ini sangat kami dukung karena sejalan dengan visi sekolah untuk membangun generasi yang mandiri, kreatif, dan peduli lingkungan.”
Melalui urban farming, SMAN 2 Tanggul berharap dapat terus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan serta mempersiapkan generasi yang lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.





Urban farming ini bukan hanya memperindah sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa. Kami ingin sekolah menjadi tempat yang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik yang bermanfaat bagi masa depan. Upaya Pak Sutondo ini sangat kami dukung karena sejalan dengan visi sekolah untuk membangun generasi yang mandiri, kreatif, dan peduli lingkungan.”
Tinggalkan Komentar